TMMD

Keteladanan Prajurit Senior, Peltu Mar Slamet Jadi Penyemangat Satgas TMMD Ke-129 di Dusun Bakon

LAMONGAN – Sosok Bintara Tinggi Korps Marinir, Peltu Mar Slamet, menjadi inspirasi bagi personel Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0812/Lamongan yang bertugas di Dusun Bakon, Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang. Sebagai prajurit senior dari Yonif 15 Marinir Brigif 2 Marinir, ia menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap tahapan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Meski menjadi personel paling senior di unsur Marinir yang tergabung dalam Satgas TMMD, Peltu Mar Slamet tetap turun langsung ke lapangan bersama prajurit lainnya. Ia terlibat dalam berbagai pekerjaan, mulai dari mengangkat material, mengaduk semen, hingga mengarahkan proses pembangunan rumah warga.

Menurut Peltu Mar Slamet, pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari tugas prajurit yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Semangat tersebut menjadi motivasi bagi personel muda untuk bekerja maksimal dalam menyelesaikan sasaran fisik TMMD.

Komandan Kompi Satgas TMMD Ke-129, Lettu Czi Jamil, mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan Peltu Mar Slamet. Kehadirannya dinilai mampu membangun semangat kerja serta memperkuat kekompakan seluruh personel di lapangan.

Keteladanan tersebut menjadi bukti bahwa semangat pengabdian prajurit TNI kepada masyarakat tetap terjaga, sekaligus memperkuat pelaksanaan TMMD dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi warga.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TMMD

Sinergi TNI dan Masyarakat Gotong Royong Bangun RTLH TMMD ke 128 Ta 2026 di Desa Lubuk Lagan Seluma – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0425/Seluma terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik. Salah satu sasaran utama dalam kegiatan ini adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berada di Desa Lubuk Lagan, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma. Sebanyak 5 unit rumah warga menjadi prioritas perbaikan. Rumah-rumah tersebut dinilai sudah tidak layak huni dan masuk kategori rentan, sehingga membutuhkan perhatian serius.Program ini bertujuan untuk memberikan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat penerima manfaat. Adapun warga yang menerima bantuan renovasi RTLH di antaranya Ibu Suani, Bpk Dadi, Ibu Betauna, Bpk Rusadi dan Bpk Rinto. Mayoritas penerima merupakan buruh tani dengan kondisi ekonomi terbatas. Babinsa Desa Lubuk Lagan Serma Hermantoni menyampaikan, berdasarkan data lapangan tingkat kelayakan rumah para penerima bantuan berkisar antara 35 hingga 40 persen. Ini menunjukkan kondisi bangunan sudah jauh dari standar layak huni. “Melalui TMMD ini diharapkan rumah-rumah tersebut dapat direnovasi sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya,” kata Serma Heramantoni. Serma Hermantoni menambahkan, pelaksanaan renovasi RTLH ini melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga. “Dengan adanya program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Desa Lubuk Lagan,” pungkasnya.