TMMD

Membangun Papua Tengah: Kerja Sama TNI dan Masyarakat dalam TMMD

NABIRE, PAPUA TENGAH – Aktivitas pembangunan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di wilayah Papua Tengah menjadi momentum memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Setiap sasaran dikerjakan secara bersama-sama dengan melibatkan prajurit, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat.
Sejak pagi, personel Satgas TMMD telah berada di sejumlah titik pembangunan. Ada yang mengerjakan fasilitas MCK, sebagian lainnya membantu merehabilitasi rumah warga melalui program RTLH, sementara personel lainnya mengerjakan pembangunan gedung gereja.

Pola kerja secara paralel tersebut dilakukan untuk memastikan setiap sasaran memperoleh perhatian dan dapat diselesaikan sesuai target.
Dansatgas TMMD mengatakan, semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam menyelesaikan seluruh sasaran pembangunan.
“Tidak ada proyek yang ditinggalkan. Semua kami kerjakan secara bersama-sama. Ketika ada pekerjaan yang membutuhkan tenaga tambahan, personel dan masyarakat langsung saling membantu,” ungkapnya.

Menurut Dansatgas, keterlibatan masyarakat memiliki arti penting dalam program TMMD. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengerjaan.
“TMMD bukan hanya tentang membangun jalan, rumah, MCK atau gereja. Lebih dari itu, kita membangun hubungan, membangun kepercayaan dan memperkuat persaudaraan dengan masyarakat,” jelasnya.
Pemandangan kebersamaan juga terlihat dari dukungan warga selama kegiatan berlangsung. Mama-mama ikut menyiapkan makanan dan minuman, sementara para pemuda membantu mengangkut bahan material serta pekerjaan lainnya.

Interaksi tersebut menciptakan suasana kekeluargaan antara prajurit dan masyarakat. Tidak terlihat sekat dalam proses pembangunan karena semua bekerja untuk tujuan yang sama, yakni menghadirkan fasilitas yang lebih baik bagi masyarakat.
Pembangunan gereja juga menjadi simbol penting dari semangat kebersamaan tersebut. Pengerjaannya dilakukan dengan menjunjung tinggi toleransi dan semangat persatuan sehingga nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat ibadah sekaligus ruang mempererat hubungan sosial.
Sementara pembangunan MCK dan rehabilitasi RTLH diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam aspek sanitasi, kesehatan dan hunian yang layak.

Satgas TMMD optimistis seluruh sasaran dapat diselesaikan tepat waktu dengan dukungan masyarakat dan seluruh unsur yang terlibat.
Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD diharapkan tidak berhenti setelah program selesai, tetapi terus menjadi kekuatan masyarakat dalam membangun kampung secara mandiri.
Bagi Satgas TMMD, setiap bangunan yang berdiri bukan hanya hasil kerja fisik, melainkan juga menjadi bukti nyata bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu, pembangunan dapat dilakukan dengan semangat kebersamaan.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *