TMMD

Kehangatan Interaksi TNI dan Anak-Anak di Program TMMD Des Cendana

LUWU TIMUR – Pembangunan infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1403/Palopo menghadirkan cerita kebersamaan yang menyentuh di Desa Cendana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur.

Di tengah pengerjaan sasaran fisik, kehadiran anak-anak yang setia menyaksikan aktivitas prajurit menjadi pemandangan yang mewarnai keseharian Satgas TMMD. Mereka datang dengan rasa ingin tahu, menyaksikan proses pembangunan, dan sesekali menyapa prajurit yang sedang bekerja.

Ketika anggota Satgas sibuk mengerjakan pengecoran rabat beton maupun pemasangan bronjong jembatan, anak-anak terlihat duduk di sekitar lokasi dari jarak aman. Mereka memperhatikan bagaimana para prajurit bekerja sama, mengangkut material, dan menyelesaikan pekerjaan secara bertahap.

Suasana semakin meriah ketika terdengar teriakan, “Semangat Om Tentara!” dari anak-anak yang ingin memberikan dukungan. Sapaan sederhana itu disambut senyum oleh para prajurit, menghadirkan kehangatan di tengah pekerjaan yang membutuhkan tenaga dan konsentrasi.

Tidak jarang, anak-anak menunjukkan keinginan untuk ikut membantu pekerjaan ringan. Namun, anggota Satgas tetap mengutamakan keselamatan dengan mengarahkan mereka agar tidak mendekati material, peralatan, dan area konstruksi yang berisiko.

Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo, Letkol Inf. Windra Sukma Prihantoro, S.Sos., menilai kedekatan tersebut sebagai gambaran hubungan yang terbangun antara TNI dan masyarakat selama pelaksanaan program.

“Bagi kami, kehadiran anak-anak ini sangat berarti. Mereka datang dengan polos, menyaksikan kami bekerja, dan memberikan semangat. Hal sederhana seperti itu membuat suasana menjadi lebih hangat dan mengingatkan kami bahwa apa yang sedang dikerjakan ini ditujukan untuk masa depan masyarakat, termasuk anak-anak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan yang dilaksanakan melalui TMMD diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong antara prajurit dan masyarakat.

Hubungan tersebut terlihat melalui interaksi sehari-hari di lokasi pekerjaan. Anak-anak mengenal para prajurit sebagai sosok yang bekerja membangun desa, sementara anggota Satgas mendapatkan dukungan moral dari keceriaan generasi muda setempat.

Salah seorang anak, Fajar (9), siswa kelas III sekolah dasar, bahkan mengungkapkan keinginannya untuk menjadi tentara ketika dewasa. Ia mengaku senang melihat prajurit bekerja dan berharap jalan yang sedang dibangun segera selesai agar dapat digunakan untuk bersepeda.

Keinginan sederhana itu menjadi gambaran harapan masyarakat terhadap pembangunan yang tengah dilaksanakan. Jalan yang lebih baik bukan hanya mendukung mobilitas warga, tetapi juga menunjang kegiatan sehari-hari dan memberikan kenyamanan bagi generasi muda.

Melalui TMMD ke-130, Kodim 1403/Palopo terus mengupayakan pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehangatan yang terjalin bersama anak-anak menjadi bagian dari cerita pengabdian yang tumbuh di tengah proses pembangunan desa.

Dari jalan yang dibangun hingga sapaan penuh semangat dari anak-anak, TMMD menghadirkan pesan bahwa pembangunan bukan semata-mata tentang infrastruktur. Lebih dari itu, pembangunan juga menyangkut harapan, kepedulian, dan hubungan kekeluargaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

Sumber: Pendim 1403/Palopo

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *