TMMD

Prajurit TMMD ke-130 Layani Ibu Hamil dalam Perawatan Bibit Kakao

LUWU TIMUR – Setelah seharian mengerjakan sasaran fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130, personel Satgas Kodim 1403/Palopo masih menyempatkan diri membantu masyarakat di Desa Cendana, Kabupaten Luwu Timur. Kali ini, bantuan diberikan kepada ibu-ibu hamil yang merawat bibit kakao untuk menunjang perekonomian keluarga.

Kegiatan tersebut dilakukan di pekarangan rumah dan bedengan persemaian sederhana milik warga. Para prajurit membantu menyiram bibit dalam polybag, mencabut rumput liar, memberikan pupuk organik, serta menempatkan bibit yang siap tanam di lokasi yang lebih teduh.

Bantuan itu berawal ketika personel Satgas melihat ibu-ibu hamil tetap bekerja merawat bibit meskipun harus membungkuk dan jongkok. Melihat kondisi tersebut, prajurit yang sedang beristirahat langsung menawarkan bantuan tanpa harus diminta.

Pratu Andi menjadi salah satu personel yang mengambil alih pekerjaan penyiraman. Ia meminta ibu hamil yang sedang merawat bibit untuk beristirahat, sementara pekerjaan penyiraman dan pembersihan dilakukan oleh anggota Satgas.

Kepedulian tersebut menjadi perhatian Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro. Ia menekankan pentingnya kepekaan personel terhadap situasi dan kebutuhan warga selama menjalankan tugas di desa sasaran.

“Saya sengaja memerintahkan personel untuk peka terhadap lingkungan. Lihat ibu hamil merawat bibit cokelat, jangan dibiarkan. Bantu! Karena merawat bibit cokelat itu sama mulianya dengan merawat generasi penerus,” kata Dansatgas.

Ia menjelaskan, kegiatan membantu warga tidak harus menunggu agenda resmi. Kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Bibit cokelat ini adalah masa depan ekonomi Cendana. Kalau bibitnya mati, kebun tidak jadi, ekonomi warga bisa susah. Jadi saya bilang kepada anggota, selesai mengerjakan jalan, langsung bantu ibu hamil merawat bibit cokelatnya,” ujarnya.

Pratu Dedi mengaku kegiatan tersebut memberinya pengalaman baru. Selain membantu masyarakat, ia juga belajar tentang perawatan bibit kakao, termasuk cara menyiram agar tanaman tidak mengalami masalah akibat kelebihan air.

“Saya dari kota, tidak tahu cara merawat bibit cokelat. Tapi di sini diajari sama ibu-ibu cara menyiram yang benar. Kami membantu menyiram lebih dari 200 polybag. Keringat kami habis mengerjakan cor jalan, sore harinya menyiram bibit cokelat, capeknya hilang melihat bibitnya segar-segar,” ungkapnya.

Hasna (32), warga Cendana yang tengah hamil enam bulan dan memiliki 300 bibit kakao, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan tersebut. Menurutnya, merawat ratusan bibit setiap sore menjadi pekerjaan yang cukup melelahkan dalam kondisi hamil.

“Perut saya besar, jongkok menyiram 300 polybag capek sekali, pinggang sakit. Kemarin Pak Tentara TMMD melihat saya kesusahan, langsung membantu menyiram semua bibit. Saya cuma duduk sambil memberi tahu. Terharu saya, bibit cokelat saya segar-segar sekarang,” tuturnya.

Di Desa Cendana, kakao memiliki peran penting bagi penghidupan masyarakat. Dengan membantu perawatan bibit, personel Satgas ikut mendukung upaya warga menjaga keberlanjutan tanaman yang kelak diharapkan tumbuh menjadi kebun produktif.

Kegiatan yang dilakukan setelah pekerjaan fisik TMMD tersebut memperlihatkan kedekatan prajurit dengan masyarakat. Kehadiran Satgas tidak hanya dirasakan melalui pembangunan jalan, jembatan, bronjong, dan sumur bor, tetapi juga lewat bantuan langsung yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga.

Sumber: Pendim 1403/Palopo

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *