TMMD

Saksi Bisu Kemanunggalan: Ayunan Cangkul Satgas TMMD Ke-129 Menembus Cadas Dusun Mbakon demi Air Bersih Warga

DESA TLEMANG — Suara denting besi cangkul yang menghantam tanah keras dan bebajuan cadas memecah keheningan pagi di Dusun Mbakon, Desa Tlemang. Di bawah terik matahari yang mulai menyengat, keringat membasahi kaos hijau khas prajurit TNI dan baju lusuh warga setempat. Tak ada dinding pemisah, yang ada hanya ritme langkah dan ayunan cangkul yang serasi dalam menggali tanah demi satu tujuan mulia: mewujudkan tandon air bersih bagi warga desa.

​Pemandangan tersebut menjadi salah satu potret nyata keterlibatan Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129. Penggalian lubang tandon air di Dusun Mbakon ini bukan sekadar pengerjaan proyek fisik belaka, melainkan panggung nyata lahirnya sinergi, kerja keras, dan kemanunggalan sejati antara TNI dan rakyat.

​Bagi warga Dusun Mbakon, kehadiran tandon air ini adalah impian panjang yang kini bertahap menjadi kenyataan. Selama ini, krisis dan akses air bersih kerap menjadi tantangan harian. Namun, hadirnya prajurit TMMD ke-129 yang bahu-membahu menembus kerasnya medan memberikan harapan baru bagi masa depan desa.
​Komandan Satgas TMMD ke-129 menyampaikan bahwa setiap ayunan cangkul yang diayunkan bersama warga adalah lambang dari ikatan batin yang tak terpisahkan.

​”TNI lahir dari rakyat dan bekerja sepenuhnya untuk rakyat. Setiap tetes keringat yang jatuh dalam pembuatan tandon air ini adalah bukti bahwa saat TNI dan masyarakat bersatu, tidak ada rintangan medan yang terlalu keras untuk kita taklukkan bersama,” tegasnya di lokasi pengerjaan.

​Pak Slamet (52), salah satu warga Dusun Mbakon yang ikut bergulat dengan tanah sejak pagi, mengaku terharu dengan kegigihan para prajurit.
​”Tanah di sini padat dan berbatu, mas. Kalau dicangkul sendiri pasti butuh waktu bertandak-tandak. Tapi melihat bapak-bapak TNI yang begitu bersemangat tanpa mengeluh, kami warga jadi makin membara semangatnya. Ayunan cangkul ini jadi saksi kalau kami tak lagi berjuang sendirian,” tuturnya sambil menyapu keringat di dahi.

​Program TMMD ke-129 di Desa Tlemang ini membuktikan bahwa pembangunan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik seperti tandon air, melainkan juga merawat dan merajut kembali rasa gotong royong yang menjadi akar budaya bangsa.
​Ketika tandon air ini kelak rampung dan mengalirkan kehidupan bagi setiap rumah di Dusun Mbakon, ia tidak hanya menampung ribuan liter air. Ia akan menjadi monumen hidup yang merekam cerita tentang ayunan cangkul, kebersamaan, serta kemanunggalan TNI dan rakyat yang tak terbendung oleh kerasnya cadas kehidupan.
(Pendim 0812)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *