TMMD

Gotong Royong Bikin Mushola Dusun Lingsir Lebih Nyaman untuk Ibadah

Gresik — Kuasa cat dan palu terdengar bersahutan di Dusun Lingsir, Desa Slempit. Bukan sekadar kerja bakti biasa. Kamis (14/05/2026), Satgas TMMD ke-128 Kodim 0817/Gresik bersama warga lagi mempercantik mushola biar ibadah jadi lebih nyaman.

Pemasangan plafon dan pengecatan berjalan bareng-bareng. Praka Umam dan tim Satgas TMMD bahu-membahu dengan warga, gak ada jarak, gak ada sekat. Yang ada cuma semangat gotong royong yang bikin kerjaan cepat kelar.

“TMMD bukan cuma bangun jalan dan jembatan. Kami juga hadir buat kebutuhan spiritual warga. Mushola yang nyaman itu penting, biar masyarakat makin semangat ibadah dan silaturahmi,” ujar Praka Umam di sela kegiatan.

Bagi warga Dusun Lingsir, kehadiran Satgas terasa nyata. Antusiasme mereka kelihatan dari setiap tangan yang ikut membantu, dari canda tawa yang menyatu dengan suara tukang. Di sela kerja, kedekatan TNI dan masyarakat makin erat.

Lewat sentuhan kecil ini, TMMD ke-128 kembali membuktikan satu hal: membangun desa itu soal fisik, tapi juga soal hati. Gotong royong jadi pondasi, kemanunggalan TNI-rakyat jadi hasilnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TMMD

Sinergi TNI dan Masyarakat Gotong Royong Bangun RTLH TMMD ke 128 Ta 2026 di Desa Lubuk Lagan Seluma – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0425/Seluma terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik. Salah satu sasaran utama dalam kegiatan ini adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berada di Desa Lubuk Lagan, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma. Sebanyak 5 unit rumah warga menjadi prioritas perbaikan. Rumah-rumah tersebut dinilai sudah tidak layak huni dan masuk kategori rentan, sehingga membutuhkan perhatian serius.Program ini bertujuan untuk memberikan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat penerima manfaat. Adapun warga yang menerima bantuan renovasi RTLH di antaranya Ibu Suani, Bpk Dadi, Ibu Betauna, Bpk Rusadi dan Bpk Rinto. Mayoritas penerima merupakan buruh tani dengan kondisi ekonomi terbatas. Babinsa Desa Lubuk Lagan Serma Hermantoni menyampaikan, berdasarkan data lapangan tingkat kelayakan rumah para penerima bantuan berkisar antara 35 hingga 40 persen. Ini menunjukkan kondisi bangunan sudah jauh dari standar layak huni. “Melalui TMMD ini diharapkan rumah-rumah tersebut dapat direnovasi sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya,” kata Serma Heramantoni. Serma Hermantoni menambahkan, pelaksanaan renovasi RTLH ini melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga. “Dengan adanya program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Desa Lubuk Lagan,” pungkasnya.