TMMD

Gotong Royong Satgas TMMD dan Warga Percepat Perbaikan Bak Penampungan Air di Desa Sekardadi

BANGLI – Semangat gotong royong kembali terlihat dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1626/Bangli. Personel Satgas bersama masyarakat bahu-membahu melaksanakan perbaikan bak penampungan air di Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Kamis (23/7/2026).

Perbaikan dilakukan pada sejumlah bagian bak penampungan yang mengalami kerusakan agar kembali berfungsi secara optimal. Kolaborasi antara Satgas TMMD dan warga menjadi kunci percepatan pekerjaan sehingga sarana air bersih dapat segera dimanfaatkan kembali.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program TNI AD Manunggal Air yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih. Seluruh proses pengerjaan dilaksanakan dengan semangat kebersamaan dan saling membantu.

Keikutsertaan masyarakat dalam pekerjaan ini menunjukkan eratnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui gotong royong, setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan lebih efektif sekaligus memperkuat hubungan antara personel Satgas dengan warga.

Dengan selesainya perbaikan bak penampungan air, masyarakat Desa Sekardadi diharapkan dapat menikmati fasilitas air bersih yang lebih optimal sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan kesejahteraan warga.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sinergi TNI dan Masyarakat Gotong Royong Bangun RTLH  TMMD ke 128 Ta 2026 di Desa Lubuk Lagan    Seluma – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0425/Seluma terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik. Salah satu sasaran utama dalam kegiatan ini adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berada di Desa Lubuk Lagan, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma.  Sebanyak 5 unit rumah warga menjadi prioritas perbaikan. Rumah-rumah tersebut dinilai sudah tidak layak huni dan masuk kategori rentan, sehingga membutuhkan perhatian serius.Program ini bertujuan untuk memberikan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat penerima manfaat.  Adapun warga yang menerima bantuan renovasi RTLH di antaranya Ibu Suani, Bpk Dadi, Ibu Betauna, Bpk Rusadi dan Bpk Rinto. Mayoritas penerima merupakan buruh tani dengan kondisi ekonomi terbatas.  Babinsa Desa Lubuk Lagan Serma Hermantoni menyampaikan, berdasarkan data lapangan tingkat kelayakan rumah para penerima bantuan berkisar antara 35 hingga 40 persen. Ini menunjukkan kondisi bangunan sudah jauh dari standar layak huni.  “Melalui TMMD ini diharapkan rumah-rumah tersebut dapat direnovasi sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya,” kata Serma Heramantoni.  Serma Hermantoni menambahkan, pelaksanaan renovasi RTLH ini melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga.  “Dengan adanya program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Desa Lubuk Lagan,” pungkasnya.
TMMD

Sinergi TNI dan Masyarakat Gotong Royong Bangun RTLH TMMD ke 128 Ta 2026 di Desa Lubuk Lagan Seluma – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0425/Seluma terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik. Salah satu sasaran utama dalam kegiatan ini adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berada di Desa Lubuk Lagan, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma. Sebanyak 5 unit rumah warga menjadi prioritas perbaikan. Rumah-rumah tersebut dinilai sudah tidak layak huni dan masuk kategori rentan, sehingga membutuhkan perhatian serius.Program ini bertujuan untuk memberikan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat penerima manfaat. Adapun warga yang menerima bantuan renovasi RTLH di antaranya Ibu Suani, Bpk Dadi, Ibu Betauna, Bpk Rusadi dan Bpk Rinto. Mayoritas penerima merupakan buruh tani dengan kondisi ekonomi terbatas. Babinsa Desa Lubuk Lagan Serma Hermantoni menyampaikan, berdasarkan data lapangan tingkat kelayakan rumah para penerima bantuan berkisar antara 35 hingga 40 persen. Ini menunjukkan kondisi bangunan sudah jauh dari standar layak huni. “Melalui TMMD ini diharapkan rumah-rumah tersebut dapat direnovasi sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya,” kata Serma Heramantoni. Serma Hermantoni menambahkan, pelaksanaan renovasi RTLH ini melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga. “Dengan adanya program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Desa Lubuk Lagan,” pungkasnya.