
TANAH LAUT – Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1009/Tanah Laut juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan penyuluhan stunting serta sosialisasi Posyandu dan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) di Desa Karang Rejo, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD ini menghadirkan narasumber Ibu Laili Rahmahadini, S.Gz., Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan stunting, pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pemanfaatan layanan kesehatan secara rutin.
Dalam pemaparannya, Laili Rahmahadini menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak, terutama keluarga, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi hingga pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini melalui pemenuhan gizi yang seimbang, penerapan pola asuh yang baik, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Peran keluarga sangat penting untuk memastikan anak mendapatkan asupan gizi dan perawatan yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Laili Rahmahadini.
Sementara itu, Pasi Pers Kodim 1009/Tanah Laut Kapten Kav Asruyadi selaku koordinator kegiatan menyampaikan bahwa penyuluhan kesehatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Satgas TMMD terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan keluarga.
“Melalui kegiatan penyuluhan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya merasakan manfaat pembangunan fisik yang dilaksanakan Satgas TMMD, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Pemahaman tentang pencegahan stunting dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin diharapkan dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga,” ungkap Kapten Kav Asruyadi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program TMMD dirancang untuk membantu mengatasi berbagai kebutuhan masyarakat, baik melalui pembangunan sarana dan prasarana maupun kegiatan pemberdayaan dan edukasi. Oleh karena itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Dalam kegiatan yang sama, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai fungsi Posyandu dan Posbindu PTM. Posyandu menjadi sarana penting untuk memantau kesehatan ibu dan anak, sedangkan Posbindu PTM mendorong deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes.
Masyarakat diimbau agar lebih aktif memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia serta tidak menunggu munculnya keluhan untuk melakukan pemeriksaan. Dengan pemantauan kesehatan secara berkala, faktor risiko penyakit diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan secara tepat.




