TMMD

Kebersamaan Satgas dan Komunitas Gencarkan Renovasi RTLH di Tulungagung

Tulungagung – Pengerjaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Pak Agus Suwandi di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, terus digenjot Satgas TMMD ke-130 Kodim 0807/Tulungagung bersama warga, Sabtu (31/10/2026).

Kali ini, personel Satgas melanjutkan pengecoran balok atap sebagai bagian dari penguatan struktur bangunan. Pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap untuk memastikan konstruksi rumah memiliki penopang atap yang kokoh.

Di sisi lain, pemlesteran dinding bagian dalam juga terus dikerjakan. Permukaan dinding dirapikan agar lebih siap untuk memasuki tahapan pembangunan selanjutnya.

Keterlibatan masyarakat dalam pengerjaan RTLH menjadi wujud nyata semangat gotong royong yang terus dipelihara selama pelaksanaan TMMD. Satgas dan warga bahu-membahu menyelesaikan setiap sasaran pembangunan sesuai tahapan yang telah ditentukan.

Program TMMD ke-130 melalui sasaran rehabilitasi RTLH diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Dengan rumah yang lebih layak dan nyaman, keluarga Pak Agus Suwandi diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari kehadiran program TMMD.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tanamkan Nilai Pancasila, Satgas TMMD ke-130 Ajak Siswa SMA Negeri 8 Bengkulu Jaga Persatuan  Kota Bengkulu – Penanaman nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda menjadi salah satu perhatian Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0407/Kota Bengkulu. Melalui kegiatan penyuluhan wawasan kebangsaan di SMA Negeri 8 Kota Bengkulu, Jumat (23/10/2026), para pelajar diajak memahami pentingnya persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Penyuluhan yang disampaikan Mayor CKE Abu Hasan Sazuli tersebut merupakan bagian dari program nonfisik TMMD ke-130. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai ideologi Pancasila, semangat nasionalisme, dan tanggung jawab dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan penjelasan mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menghormati perbedaan, bersikap adil terhadap sesama, mengutamakan musyawarah, hingga membangun kepedulian sosial di lingkungan sekitar.  Penerapan nilai kebangsaan di kalangan pelajar dinilai penting karena lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat bagi generasi muda untuk belajar hidup bersama dalam keberagaman. Dengan menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghargai, hubungan antarsiswa diharapkan semakin harmonis.  Mayor CKE Abu Hasan Sazuli mengingatkan bahwa semangat nasionalisme dapat ditunjukkan melalui tindakan sederhana. Menjaga kerukunan, menaati tata tertib sekolah, menghargai guru dan teman, serta berpartisipasi dalam kegiatan positif merupakan bentuk nyata penerapan nilai-nilai kebangsaan.  Ia juga mengajak para siswa agar tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk berselisih, melainkan sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan.  “Program wawasan kebangsaan ini juga menjadi wujud kepedulian TNI terhadap pembinaan generasi muda,” jelas Abu Hasan saat menerangkan tujuan kegiatan tersebut.  Para siswa-siswi SMA Negeri 8 Kota Bengkulu tampak menyimak materi yang diberikan. Melalui penyuluhan ini, mereka diharapkan mampu memahami bahwa menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat negara, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk generasi muda.  Satgas TMMD ke-130 Kodim 0407/Kota Bengkulu berharap pembekalan tersebut dapat memperkuat karakter pelajar yang berlandaskan Pancasila serta mendorong tumbuhnya generasi yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan kesatuan bangsa.
TMMD

Tanamkan Nilai Pancasila, Satgas TMMD ke-130 Ajak Siswa SMA Negeri 8 Bengkulu Jaga Persatuan Kota Bengkulu – Penanaman nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda menjadi salah satu perhatian Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0407/Kota Bengkulu. Melalui kegiatan penyuluhan wawasan kebangsaan di SMA Negeri 8 Kota Bengkulu, Jumat (23/10/2026), para pelajar diajak memahami pentingnya persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyuluhan yang disampaikan Mayor CKE Abu Hasan Sazuli tersebut merupakan bagian dari program nonfisik TMMD ke-130. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai ideologi Pancasila, semangat nasionalisme, dan tanggung jawab dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan penjelasan mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menghormati perbedaan, bersikap adil terhadap sesama, mengutamakan musyawarah, hingga membangun kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Penerapan nilai kebangsaan di kalangan pelajar dinilai penting karena lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat bagi generasi muda untuk belajar hidup bersama dalam keberagaman. Dengan menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghargai, hubungan antarsiswa diharapkan semakin harmonis. Mayor CKE Abu Hasan Sazuli mengingatkan bahwa semangat nasionalisme dapat ditunjukkan melalui tindakan sederhana. Menjaga kerukunan, menaati tata tertib sekolah, menghargai guru dan teman, serta berpartisipasi dalam kegiatan positif merupakan bentuk nyata penerapan nilai-nilai kebangsaan. Ia juga mengajak para siswa agar tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk berselisih, melainkan sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan. “Program wawasan kebangsaan ini juga menjadi wujud kepedulian TNI terhadap pembinaan generasi muda,” jelas Abu Hasan saat menerangkan tujuan kegiatan tersebut. Para siswa-siswi SMA Negeri 8 Kota Bengkulu tampak menyimak materi yang diberikan. Melalui penyuluhan ini, mereka diharapkan mampu memahami bahwa menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat negara, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk generasi muda. Satgas TMMD ke-130 Kodim 0407/Kota Bengkulu berharap pembekalan tersebut dapat memperkuat karakter pelajar yang berlandaskan Pancasila serta mendorong tumbuhnya generasi yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan kesatuan bangsa.