
PAMEKASAN – Masyarakat Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, diajak untuk lebih cermat menyaring informasi kesehatan yang beredar di media sosial. Edukasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pamekasan, Ulung Sedjati Wirjawan, S.E.T., dalam kegiatan Bimbingan Literasi Desa di Balai Desa Jarin, Senin (26/10/2026).
Kegiatan yang bersinergi dengan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan itu diikuti warga setempat, terutama ibu-ibu PKK dan kader kesehatan. Bimbingan literasi tersebut menjadi sarana edukasi agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum teruji kebenarannya.
Dalam penyampaiannya, Ulung mengingatkan bahwa informasi mengenai kosmetik dan berbagai produk kecantikan perlu diperiksa secara cermat sebelum masyarakat memutuskan untuk menggunakannya.
Ia menyoroti sejumlah klaim produk yang menjanjikan hasil memutihkan kulit secara instan. Menurutnya, masyarakat harus memperhatikan keamanan produk dan tidak mudah tergiur oleh promosi yang belum jelas dasar kebenarannya.
“Jangan sampai ibu-ibu di desa termakan hoaks, terutama soal kosmetik yang banyak beredar di media sosial. Banyak produk yang mengklaim bisa memutihkan instan, padahal berbahaya bagi kesehatan. Cek kebenarannya dulu,” ujar Ulung.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak langsung mengikuti saran pengobatan yang beredar melalui grup percakapan, termasuk informasi mengenai penyakit asam urat. Informasi kesehatan yang tidak memiliki rujukan jelas dapat menimbulkan kesalahpahaman apabila dipercaya begitu saja.
“Untuk penyakit seperti asam urat, banyak informasi palsu yang menyarankan pengobatan sembarangan. Padahal harus ada rujukan medis yang benar. Karena itu, penting untuk menghidupkan kembali perpustakaan desa,” katanya.
Ulung menilai, budaya literasi perlu dibangun agar masyarakat terbiasa memeriksa sumber informasi, memahami isi pesan secara utuh, serta membandingkannya dengan referensi yang tepercaya. Untuk persoalan kesehatan, warga juga perlu merujuk tenaga kesehatan atau sumber resmi yang kompeten.
Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong agar perpustakaan desa kembali diaktifkan dan dimanfaatkan sebagai tempat memperoleh pengetahuan. Buku-buku yang tersedia dapat menjadi sumber referensi bagi warga untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan memahami informasi.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Jarin. Melalui bimbingan tersebut, warga diharapkan semakin bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Bagi Satgas TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan, kegiatan literasi merupakan bagian dari sasaran nonfisik untuk mendukung pembangunan manusia. Dengan masyarakat yang semakin cakap dalam memilah informasi, manfaat program TMMD diharapkan dapat dirasakan tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui peningkatan pengetahuan warga.
(Pendim 0826)




