
Manokwari Selatan – Di tengah padatnya aktivitas pembangunan, personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan menyempatkan diri beristirahat dan menikmati makan siang bersama masyarakat Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan. Suasana sederhana penuh keakraban tersebut menjadi gambaran nyata kebersamaan antara TNI dan rakyat, Manokwari Selatan, Rabu (28/10/2026).
Setelah berjibaku dengan berbagai pekerjaan pembangunan sejak pagi hari, personel Satgas TMMD bersama warga duduk berdampingan menikmati santap siang seadanya di sekitar lokasi pekerjaan. Tanpa memandang perbedaan, mereka bercengkerama dan berbagi cerita dalam suasana penuh kekeluargaan.
Meski hanya berlangsung di sela-sela waktu istirahat, momen makan bersama tersebut memiliki makna tersendiri. Kebersamaan yang terjalin tidak hanya untuk melepas lelah dan memulihkan tenaga, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara personel Satgas TMMD dan masyarakat.
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel menyampaikan bahwa kebersamaan antara TNI dan masyarakat merupakan salah satu kekuatan utama dalam menyukseskan pelaksanaan program TMMD. Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya untuk membangun infrastruktur, tetapi juga membangun hubungan persaudaraan dan semangat gotong royong.
Menurutnya, melalui kegiatan sederhana seperti makan siang bersama, komunikasi dan kedekatan antara personel Satgas dengan warga semakin terjalin. Tidak ada sekat antara prajurit dan masyarakat karena semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan pembangunan demi kemajuan Kampung Yamboi.
Usai menikmati makan siang dan beristirahat sejenak, personel Satgas TMMD bersama masyarakat kembali melanjutkan pekerjaan dengan semangat baru guna mengejar target penyelesaian seluruh sasaran fisik yang telah direncanakan.
Bagi Satgas TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel, makan bersama bukan sekadar mengisi tenaga, melainkan menjadi momen mempererat persaudaraan. Sebab di lokasi TMMD, TNI dan rakyat bukan hanya bekerja bersama, tetapi juga menjadi satu keluarga dalam pengabdian membangun kampung.
(Tim/Red)




