TMMD

Pembangunan Berbasis Kemandirian: Dampak TMMD ke-130 di Desa Jarin

PAMEKASAN – Pembangunan desa tidak hanya diukur dari panjang jalan yang berhasil dibangun atau jumlah rumah yang selesai direnovasi. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Semangat inilah yang menjadi salah satu filosofi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Sejak pertama kali dikenal dengan nama ABRI Masuk Desa pada 1980, program TMMD terus diarahkan untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya daerah yang masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.

Desa Jarin menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian tersebut. Keterbatasan akses jalan, masih adanya Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta kesulitan memperoleh air bersih menjadi sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat.

Melalui program TMMD, Satgas Kodim 0826/Pamekasan melaksanakan berbagai pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan warga. Pembangunan jalan penghubung antardusun diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, sedangkan rehabilitasi RTLH bertujuan meningkatkan kualitas tempat tinggal warga.

Tidak hanya itu, pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi yang lebih baik.

Pasiter Kodim 0826/Pamekasan Kapten Chb Aman Karyoko mengatakan, pemilihan desa sasaran TMMD memiliki tujuan jangka panjang, yakni memastikan masyarakat tidak hanya menerima hasil pembangunan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjaga dan memanfaatkannya.

“TMMD itu bukan bagi-bagi proyek, tapi pemerataan. Kami cari desa yang kalau tidak dibantu, pembangunannya akan tertinggal 5 sampai 10 tahun dari desa lain,” jelasnya saat ditemui di Balai Desa Jarin, Jumat (30/10/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan TMMD tidak berhenti ketika seluruh sasaran fisik selesai dikerjakan. Keterlibatan masyarakat selama proses pembangunan menjadi bagian penting untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap fasilitas yang telah dibangun.

Dalam pelaksanaannya, warga juga mendapatkan pengalaman melalui keterlibatan bersama personel Satgas, mulai dari pekerjaan pengecoran hingga pemasangan material bangunan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal masyarakat dalam melakukan pemeliharaan maupun kegiatan pembangunan secara mandiri.

Kehadiran Babinsa Desa Jarin, Serda Syarif, yang turut menjalin kedekatan dengan masyarakat juga menjadi bagian dari pendekatan teritorial TNI. Hubungan tersebut diharapkan memperkuat komunikasi dan kerja sama antara aparat dengan warga dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa.

Kepala Desa Jarin, Moh. Zuhri, mengungkapkan bahwa pelaksanaan TMMD memberikan kesempatan bagi desanya untuk mempercepat pembangunan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup lama apabila hanya mengandalkan anggaran desa.

“Kalau jalan ini dibangun pakai dana desa saja, butuh 4 tahun baru selesai karena anggarannya dibagi. Dengan TMMD, semua selesai dalam satu bulan. Inilah pemerataan yang kami rasakan,” katanya.

Sementara itu, Samsul Ma’arif, tokoh masyarakat Dusun Kotalon, berharap pembangunan jalan dapat memberikan kemudahan bagi anak-anak sekolah, petani, dan seluruh warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Melalui TMMD ke-130, Kodim 0826/Pamekasan tidak hanya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

Dengan demikian, hasil pembangunan di Desa Jarin diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama program berlangsung, melainkan terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. (Pendim 0826)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *