TMMD

Semangat Gotong Royong Warga sukseskan TMMD ke-130 di Pamekasan

PAMEKASAN – Dukungan dan kepedulian masyarakat menjadi kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan. Berkat semangat gotong royong warga dan perangkat desa, pengaspalan jalan di Dusun Morsoksok, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, berhasil melampaui target yang telah direncanakan.

Pengaspalan jalan yang semula ditargetkan sepanjang 450 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut bertambah 10 meter sehingga total panjangnya mencapai 460 meter. Penambahan itu terwujud melalui swadaya masyarakat yang ingin memaksimalkan pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.

Kepala Desa Jarin, H. Moh Zuhri, menyampaikan bahwa tambahan pengaspalan tersebut berasal dari hasil patungan warga bersama perangkat desa. Inisiatif ini menjadi bentuk dukungan nyata masyarakat terhadap program TMMD yang bertujuan membantu mempercepat pembangunan di wilayah perdesaan.

“Alhamdulillah, dari hasil swadaya masyarakat ada penambahan 10 meter. Saya berterima kasih yang banyak kepada Pak Dandim dan jajarannya, terkhusus kepada warga yang selalu mendukung kegiatan TMMD 130 ini,” kata Zuhri, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat. Warga menyadari bahwa pembangunan infrastruktur merupakan kepentingan bersama sehingga keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program.

Tambahan sepanjang 10 meter itu menjadi capaian overprestasi dalam sasaran fisik TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan. Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dapat memberikan hasil lebih dari yang direncanakan.

Keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas warga serta mempermudah akses dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan tidak hanya menghadirkan perubahan fisik, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Di sisi lain, keterlibatan warga melalui swadaya turut memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. Semangat ini penting untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga dan merawat infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pelaksanaan TMMD ke-130 di Desa Jarin menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui kerja sama dan gotong royong, pembangunan yang awalnya direncanakan sepanjang 450 meter mampu bertambah menjadi 460 meter, membuktikan bahwa kepedulian masyarakat merupakan salah satu kekuatan penting dalam membangun desa.

(Pendim 0826)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kemanunggalan TNI-Rakyat: Warga Kesongo Gelar Makan Bersama Rayakan Kesuksesan TMMD 129 Bojonegoro   BOJONEGORO, – Berakhirnya rangkaian pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat.  Sebagai ungkapan kebahagiaan atas rampungnya berbagai sasaran fisik dan nonfisik, warga Desa Kesongo bersama personel Satgas TMMD menggelar acara tasyakuran dan makan bersama yang berlangsung hangat pada Rabu (12/8/2026) malam.  Momentum ini sekaligus menjadi bentuk tali kasih dan perpisahan manis masyarakat kepada para prajurit TNI yang telah hampir sebulan membaur demi memajukan desa mereka.  Salah satu wilayah yang merasakan dampak langsung dari program ini adalah Dusun Mundu.  Kepala Dusun Mundu, Hartono, menyampaikan rasa bangganya atas kekompakan warga yang secara swadaya menginisiasi acara ramah tamah ini bersama TNI.  “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Masyarakat Mundu kompak sehingga tasyakuran ini bisa terlaksana. Kami juga mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membangun dusun kami. Kehadiran Satgas tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat,” ujar Hartono.  Senada dengan itu, Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menegaskan bahwa selesainya seluruh target TMMD tepat waktu merupakan kabar yang sangat membahagiakan bagi seluruh kelangsungan aktivitas warga.  “TMMD ini memberikan banyak manfaat nyata bagi Desa Kesongo. Kami bersyukur pembangunan dapat diselesaikan sesuai target dan tepat waktu. Ini tidak lepas dari kerja keras Satgas TMMD dan dukungan penuh dari gotong royong masyarakat,” tutur Kusnadi.  Di tempat yang sama, Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, yang hadir langsung di tengah-tengah warga, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme masyarakat setempat.  “Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini bisa selesai sesuai waktu yang ditentukan dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Semua ini bisa terwujud karena adanya kemitraan, gotong royong, dan dukungan warga yang luar biasa,” ungkap Lettu Ckm Purnomo.  Ia menambahkan, selama program berjalan, warga Kesongo bukan sekadar menjadi penonton, melainkan aktor utama yang aktif membantu menyukseskan pembangunan.  Acara tasyakuran yang dikemas dalam suasana lesehan sederhana ini menjadi potret nyata dari semboyan kemanunggalan TNI bersama rakyat.  Bagi warga Kesongo, tuntasnya TMMD ke-129 ini menjadi babak baru untuk memanfaatkan fasilitas yang ada demi mendongkrak roda perekonomian dan kemajuan desa ke depan.
TMMD

Kemanunggalan TNI-Rakyat: Warga Kesongo Gelar Makan Bersama Rayakan Kesuksesan TMMD 129 Bojonegoro BOJONEGORO, – Berakhirnya rangkaian pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat. Sebagai ungkapan kebahagiaan atas rampungnya berbagai sasaran fisik dan nonfisik, warga Desa Kesongo bersama personel Satgas TMMD menggelar acara tasyakuran dan makan bersama yang berlangsung hangat pada Rabu (12/8/2026) malam. Momentum ini sekaligus menjadi bentuk tali kasih dan perpisahan manis masyarakat kepada para prajurit TNI yang telah hampir sebulan membaur demi memajukan desa mereka. Salah satu wilayah yang merasakan dampak langsung dari program ini adalah Dusun Mundu. Kepala Dusun Mundu, Hartono, menyampaikan rasa bangganya atas kekompakan warga yang secara swadaya menginisiasi acara ramah tamah ini bersama TNI. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Masyarakat Mundu kompak sehingga tasyakuran ini bisa terlaksana. Kami juga mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membangun dusun kami. Kehadiran Satgas tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat,” ujar Hartono. Senada dengan itu, Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menegaskan bahwa selesainya seluruh target TMMD tepat waktu merupakan kabar yang sangat membahagiakan bagi seluruh kelangsungan aktivitas warga. “TMMD ini memberikan banyak manfaat nyata bagi Desa Kesongo. Kami bersyukur pembangunan dapat diselesaikan sesuai target dan tepat waktu. Ini tidak lepas dari kerja keras Satgas TMMD dan dukungan penuh dari gotong royong masyarakat,” tutur Kusnadi. Di tempat yang sama, Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, yang hadir langsung di tengah-tengah warga, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme masyarakat setempat. “Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini bisa selesai sesuai waktu yang ditentukan dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Semua ini bisa terwujud karena adanya kemitraan, gotong royong, dan dukungan warga yang luar biasa,” ungkap Lettu Ckm Purnomo. Ia menambahkan, selama program berjalan, warga Kesongo bukan sekadar menjadi penonton, melainkan aktor utama yang aktif membantu menyukseskan pembangunan. Acara tasyakuran yang dikemas dalam suasana lesehan sederhana ini menjadi potret nyata dari semboyan kemanunggalan TNI bersama rakyat. Bagi warga Kesongo, tuntasnya TMMD ke-129 ini menjadi babak baru untuk memanfaatkan fasilitas yang ada demi mendongkrak roda perekonomian dan kemajuan desa ke depan.