Semangat Pak Wiliem Kian Berkobar, Turut Bergotong Royong Bangun Rumah Impiannya Bersama Satgas TMMD Ke-129
NUNUKAN – Senyum bahagia tak pernah lepas dari wajah Bapak Wiliem, salah seorang penerima bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0911/Nunukan di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat. Melihat rumahnya yang kini mulai berdiri kokoh, semangatnya untuk ikut bergotong royong bersama personel Satgas TMMD pun semakin besar.
Setiap hari, di sela aktivitasnya, Pak Wiliem turut membantu proses pembangunan rumahnya. Mulai dari mengangkat material, membersihkan area kerja, hingga menyiapkan kebutuhan para personel Satgas, ia lakukan dengan penuh antusias sebagai bentuk rasa syukur atas bantuan yang diterimanya.
“Saya sangat bersyukur dan senang. Dulu saya hanya bisa berharap memiliki rumah yang lebih layak, sekarang harapan itu benar-benar menjadi kenyataan. Karena itu saya juga ingin ikut membantu agar rumah ini cepat selesai,” ungkap Pak Wiliem dengan penuh haru.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0911/Nunukan, Letkol Inf. Tony Prasetyo, S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan bahwa keterlibatan langsung masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan TMMD. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan Pak Wiliem mencerminkan kemanunggalan TNI dan rakyat yang terus terjalin selama kegiatan berlangsung.
“Kami merasa bangga melihat semangat Pak Wiliem. Inilah tujuan TMMD, bukan hanya membangun rumah yang layak huni, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat,” ujar Dansatgas.
Program rehabilitasi RTLH yang dilaksanakan Satgas TMMD Ke-129 diharapkan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi penerima manfaat. Bagi Pak Wiliem, rumah yang sedang dibangun bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi simbol harapan baru untuk masa depan keluarganya. Semangatnya yang tak pernah surut menjadi inspirasi bahwa kebersamaan dan gotong royong mampu mewujudkan impian masyarakat di wilayah perbatasan.





