TMMD

Senyum Ceria Akila: Saat Langkah Kecil Bocah Desa Tlemang Disambut Curahan Kasih Anggota Satgas TMMD 129

​LAMONGAN — Riak tawa renyah memecah kesunyian sudut Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Di antara lalu lalang prajurit berpakaian loreng yang tengah sibuk membangun desa, tampak seorang bocah perempuan berusia 4 tahun bergerak lincah. Namanya Akila, murid Taman Kanak-Kanak (TK) desa Tlemang yang kini punya “sahabat baru” berseragam TNI.

​Hari itu, suasana Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan terasa berbeda. Di luar deru mesin dan derap kerja fisik, terukir momen hangat yang menyentuh hati. Sertu Aston, salah satu anggota Satgas TMMD, meluangkan waktu di sela tugasnya untuk mengajak Akila bermain sambil belajar.

​Dengan sabar dan pendekatan yang humanis, Sertu Aston merangkul Akila. Dari mengenalkan warna melalui buku gambar, mengeja huruf-huruf sederhana, hingga bermain tebak-tebakan interaktif. Tidak ada rasa canggung atau takut di wajah polos Akila. Yang ada hanyalah binar mata bahagia dan senyum sumringah yang mengembang sepanjang kegiatan.

​”Tentara itu ternyata tidak galak ya, Bunda. Paman Tentara seru, diajak main dan pinter mendongeng,” tutur Akila dengan polos sembari memegang erat buku mewarnainya.

​Bagi Sertu Aston, menghadirkan keceriaan di tengah anak-anak desa adalah bagian terpenting dari pengabdian. Manunggalnya TNI dengan rakyat tidak hanya diukur dari kokohnya semen dan beton pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari seberapa dalam kehadiran TNI mampu menyentuh hati dan memberi rasa nyaman bagi masyarakat kususnya anak-anak generasi penerus bangsa.

​”Anak-anak seperti Akila ini adalah masa depan Desa Tlemang. Melihat mereka tersenyum dan antusias untuk belajar memberikan energi tambahan bagi kami para prajurit di lapangan. Kehadiran kami di sini ingin memastikan bahwa TNI adalah bagian dari keluarga mereka,” ungkap Sertu Aston dengan penuh kehangatan.

​Kehadiran Satgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan di Desa Tlemang terbukti tidak hanya membawa perubahan fisik melalui pembangunan fasilitas umum, tetapi juga merajut kehangatan sosial yang mendalam. Tawa ceria Akila hari itu menjadi bukti nyata bahwa humanisme dan kasih sayang adalah bahasa uni

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *