TMMD

TMMD 129 Bojonegoro: Satgas Turun ke Ladang Bantu Petani Panen Jagung

BOJONEGORO, – Anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro turun langsung ke ladang untuk membantu warga Dusun Kedungpandan memanen jagung di lahan pertanian setempat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kemanunggalan TNI bersama masyarakat, sekaligus wujud kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari warga di tengah pelaksanaan program TMMD ke- 129 tahun 2026 di Desa Kesongo.

Di lokasi terlihat sejumlah anggota Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro yang mengenakan seragam loreng, tampak turun ke tengah ladang jagung bersama warga.

Mereka bergotong royong memetik, mengumpulkan, hingga mengangkut hasil panen jagung dari lahan ke pinggir jalan.

Suasana kerja sama antara prajurit dan petani di ladang ini terlihat akrab, diselingi obrolan ringan di antara aktivitas memanen jagung.

Kegiatan membantu panen ini merupakan bagian dari program non-fisik TMMD yang selama ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyasar aspek sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk membantu meringankan pekerjaan pertanian warga yang kekurangan tenaga kerja.

Disampaikan Serka Lasmidi, Selasa (21/7/2026), bantuan tenaga kepada petani merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat desa.

Menurutnya, keberadaan prajurit TNI Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di tengah masyarakat akan semakin bermakna jika dapat hadir langsung membantu kebutuhan warga sehari-hari.

“Kami sengaja turun langsung membantu warga panen jagung, karena TMMD ini bukan cuma soal membangun infrastruktur, tapi juga membantu meringankan pekerjaan sehari-hari masyarakat, termasuk urusan pertanian seperti ini. Selama kami ada di sini, kami ingin warga benar-benar merasakan manfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Bapak Minto (64), pemilik lahan jagung yang dibantu panen oleh Satgas TMMD, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para prajurit.

Ia menjelaskan, di usianya yang sudah tidak muda lagi, memanen jagung seorang diri bukan perkara mudah, terlebih dengan luas lahan yang cukup memakan waktu jika dikerjakan sendiri.

“Saya senang sekali dibantu bapak-bapak TNI, apalagi umur saya sudah segini, kalau panen sendirian ya berat, belum lagi harus angkut-angkut hasilnya. Terima kasih banyak Satgas TMMD Kodim Bojonegoro yang mau turun ke sawah membantu kami,” ungkapnya menjelaskan.

Bapak Minto menambahkan, kehadiran anggota TNI membantu warga seperti ini memberikan rasa nyaman dan dekat antara masyarakat desa dengan prajurit, tidak hanya sebagai aparat yang bertugas membangun infrastruktur, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar desa.

Kegiatan gotong royong panen jagung ini merupakan wujud nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam mendukung program TMMD ke-129 di Kabupaten Bojonegoro.

Melalui aksi-aksi sederhana namun menyentuh langsung kebutuhan warga, Satgas TMMD berharap dapat semakin memperkuat hubungan kemanunggalan antara satuan TNI dan warga diwilayah binaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat desa.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TMMD

Sinergi TNI dan Masyarakat Gotong Royong Bangun RTLH TMMD ke 128 Ta 2026 di Desa Lubuk Lagan Seluma – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0425/Seluma terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik. Salah satu sasaran utama dalam kegiatan ini adalah renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berada di Desa Lubuk Lagan, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma. Sebanyak 5 unit rumah warga menjadi prioritas perbaikan. Rumah-rumah tersebut dinilai sudah tidak layak huni dan masuk kategori rentan, sehingga membutuhkan perhatian serius.Program ini bertujuan untuk memberikan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat penerima manfaat. Adapun warga yang menerima bantuan renovasi RTLH di antaranya Ibu Suani, Bpk Dadi, Ibu Betauna, Bpk Rusadi dan Bpk Rinto. Mayoritas penerima merupakan buruh tani dengan kondisi ekonomi terbatas. Babinsa Desa Lubuk Lagan Serma Hermantoni menyampaikan, berdasarkan data lapangan tingkat kelayakan rumah para penerima bantuan berkisar antara 35 hingga 40 persen. Ini menunjukkan kondisi bangunan sudah jauh dari standar layak huni. “Melalui TMMD ini diharapkan rumah-rumah tersebut dapat direnovasi sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya,” kata Serma Heramantoni. Serma Hermantoni menambahkan, pelaksanaan renovasi RTLH ini melibatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan warga. “Dengan adanya program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Desa Lubuk Lagan,” pungkasnya.